Segala puji bagi Allah aygn menjelaskan kepada kita cara mencarai kebenaran, dan memerintahkan untuk mengigat dan i’tibar, maka allah menceritakan kepada kita kisah-kisah orang baik dan orang jelek, agar kami dapat mengambil contoh terhadap yang sudah terjadi di waktu yang dahulu, dan selawat serta salam untuk junjungan kita Muhammad yang diutus dengan kabar bahagia dan peringata, dan untuk keluarga beliau dan sahabat beliau yang mulia dan pilihan.

Amma ba’du, berkata seorang hamba yang tertipu dengan perkara yang tidak ada faidah, abul fadlol ib abdus syakur assenori sebuah desa di tuban: ketika mengetahi sejarah adalah perkara yang pentign menurut orang yang memiliki mata hati, dan pemilk fikiran dan contoh, jika tidak karena hal itu maka Allah tidak menceritakan kepada kita kisah-kisah umat terdahulu dalam masa yang telah lewat, dan menganjurkan kita untuk berjalan di ujung-ujung bumu untuk melihat peninggalan, maka saya melihat untuk menulis kitab yang ringkas ini, agar menjadi pengigat untuk diriku dan untuk orang yang sepertiku dari anak bangsaku, dan aku beri nama ahlal musamarah fi hikayat auliya asyroh, karena untuk mengikutu ulama’ yang mulia, dan orang utama yang pandai, karena aku melihat mereka menulis sejarah kota-kota mereka, dan apa yang terjadi di penduduknya, dari pendahulunya dan yang sezaman. agar hal tersebut menjadi pengigat bagi orang yang datang sesudahnya. dan Allah yang memberi petunjuk dengan anugra dan kemurahan Allah.

Diriwayatkan -wallahu a’lam-  bahwa sayyidina zainal abidin ibn sayyidina husan ibn sayyidatina fatimah binti rosulullah saw. memiliki putra yang dinamai zainul adzim, dan zainul adzim memiliki admal yang dinamakan zainul kubro, dan zainul kubro memilik anak yang di namakan zainul husain, dan zainul husai memiliki anak yang dinamak mahmud al kubro, dan mahmud al kubro memilik anak bernama jumadil kubro, dan jumadil kubro memiliki tiga anak: sayyid maulana ishaq, sayyid ibrohim al asmar -dikatakan yang benar ibrohim assamarqond- dan sayyidah asfa isti putra raja romawi abdul majid.

Dikatakan zainul abidin memilik anak bernama zaiul alim, dan zainul alim memiliki anak bernama zainul kubro, zainul kubro memiliki anak bernama jumadil kubro, jumadil kubro memiliki anak bernama zainul hasan, zainul hasan memiliki anak bernama syamun, saymun memiliki anak bernama abdullah, abdullah memiliki anak bernama abdurrahman, abdurrohman memiliki anak bernama al kubro, al kubro memiliki anak bernama mahmud, mahmud memiliki anak bernama najmuddin al kubro, najmuddin al kubro memiliki anak bernama ibrohim asmar, ibrohim asmar memiliki anak bernama maulana ishaq.

Dikatakan: zainul abidin memiliki anak bernama zainul hakam, zainul hakam memiliki anak bernama zainul husain, zainul husain memiliki anak bernama zainul kabir, zainul kabir memiliki anak bernama najmuddin al kabir, najmuddin al kabir memiliki anak bernama syamun, symaun memiliki anak bernama ustur, ustur memiliki anak bernama abdullah, abdullah memiliki anak bernama abdurrahman, abdurrahman memiliki anak bernama mahmud al akbar, mahmud al akbar memiliki anak bernama najmuddin, najmuddin memiliki tifa anak: sayyid ibrohim al asmar, maulana ishaq dan sayyidah asfa.

dan dengan riwayat-riwayat ini walaupun berbeda-beda kita yakin bahwa ibrohim al asmar termasuk keturunan rosulullah saw.

Diriwayatkan ketika asyyid Ibrohim al asmar menginjak dewasa, beliau berkelana di muka bumi sampai ke suatu daerah yang bernama cempa, dan beliau menetap di situ sampai ia mampu untuk masuk ke raja cempa, ketika beliau masuk ke raja, raja berkata: wahai darwisy, siapa namamu? dan apa kebutuhanmu masuk kepadaku? sayyid ibrohim menjawab: namaku adalah ibrohim dan kebutuhanku masuk kepadamu adalah aku mengajakmu meniggalkan menyembha berhala untuk ibada kepada raja seluruh agama, dan masuk di agama yang luru yang sucu, yaitu agama muhammad saw, yaitu agama islam, hal tersebut kamu mengucapkan dua kalimat syahadat, yaitu: aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya muhammad adalah utusan Allah. lalu raja mengiyakan dan mengucapkan dua kalimat syahadat, dan diikuti penduduk negaranya, dan ia memerintahkan memecahkan seluruh berhalan dan membangun masjid untuk ibadah dan mendekatkan sayyid ibrohim dan mencintainya dengan sangat.

Dan raja punya tiga anak: ratu murtaningrum istri raja brawijaya yang beragama budha, raja kepulaan jawa. ratu condrowulan dan raden jenkaro dialah yang menggantikan ayahnya setelah ayahnya meniggal. maka raja menikahkan sayyid ibrohim al asmar dengan putrinya yang bernama condro wulan, dan si istri mencintai sayyid ibrohim dengan sangat, dan mentaati beliau dengan sempurna, bersama juga beliau taan kepada Allah, yang memiliki kecantikan dan harta yang banyak.

Dan sayyid ibrohim dari putri condro wulan dikarunia tiga putra, yaitu: raden rojo pendeto, sayyid rohmat dan sayyidah zainab. 

ini adalah cerita sayyid ibrohim al asmar

Dan di pulau jawa di waktu itu ada raja budha yang bernama rangkawijaya, yang masyhur disebut brawijaya, dia adalah akhir raja-raja budha di pulau jawa, dan akhir orang terakhir yang menjadikan kota majapahit sebagai pusat kerajaan. 

sudah disebut dahulu bahwa ia menikah dengan putri raja cempa yang namanya murtaningrum, dan dia dikarunia tidak anak, yang pertama cewek namanya putraadi istri menteri daya ningrat. yang kedua lembu peteng, dia adalah gubenur di madura. yang ketiga adalah radin gugur, dan ia tidak memiliki kekuasaan, akan tetapi ia sibuk membantu ayahnya dan menolongnya dalam urusan kerajaan.

Dan brawijaya memiliki anak lain dari istri lani yaitu putri seksadana, namanya arya damar, dan ia diberi kekuasaan palembang dan sekitarnya. 

dan brawijaya memiliki dua anak lagi dari istrinya yang dari ponorogo, yaitu: bathoro katung dan ki jaran panulih. adapun batorokatung ia menjadi penguasa di ponorogo, adapun jaran panulih ia menjadi penguasa sumenep dan sampang dari daerah madura.

Dan Brawijaya menikah dengan wanita lain dari putri raja cina, dan ia memiliki kecantikan, dan ia sangat mencintainya, ketika putri cina mengandung dan sudah hampir melahirkan, brawijaya memerintahkan putranya arya damar untuk membawa putri cina ke palembang, dan memberikan putri tersebut kepadanya, dan berwasiat agar arya damar tidak menidurinya sampai melahirka. lalu arya damar membara putri cina ke palempang. ketika putri tersebut berada di palembang dan kehamilannya mencapai sebelas bulan ia melahirkan seorang putra yang sangat tampan, yang katakan:
Ia seperti rembulan yang menerangi kegelapan, muncul di kegelapan malam dan bercahaya
cahaya yang meneragi angkasa, dan petunjuk menjadi terbuka di bumi, dan telah muncul.

Dan arya damar menamahinya dengan raden fatah, dan namanya cocok dengan orangnya, karena ia menjadi sebab terbukanya penduduk islam di tanah jawa, yang akan dijelaskan.

Setelah itu arya damar menjadikan putri cina sebagai istri, dan mengandung anak, ketika kandungannya mencapai sembilan bulan, putri cina melahirkan seorang anak laki-laki yang cerah dahinya, yang setiap kejelekan hilangn darinya, dan ayahnya memberi nama radin husain, dan dikatakan:
seakan-akan kedua dahinya dibawah rambut adalah rembulan di antra kegelapan malam
memberi tahu kita dua lembar rembulan yang bercahaya, dengan wajah yang terbuat dari sumber keindahan.

Lalu setelah itu brawijaya sakit yang lama, yang para dokter tidak mampu untuk menyembuhkannya, maka para peramal mangatakan, engkau tidak akan sembuh dari sakitmu ini kecuali kemu menikah dengan seorang wanita yang namanya wandan kuning, dan ia dari rakyat bawah dan berupa jelek, maka brawijaya tidak mau, tetapi karena mengharap kesembuhan brawijaya terpaksa menikahinya. ketika menikahinya dan lewat tiga hari sakit brawijaya menjadi ringan, dan tidak lama brawijaya sembuh dari sakitnya dan kembali seperti sedia kala. 

Lalu wanita itu mengandung, ketika sudah sembilan bulan ia melahirkan purta yang diberi nama bundan kejawen. dan ketika itu brawijaya malu dari para mentrinya, terhusus istana kerajaanya, karena ia memiliki seorang anak dari wanita yang rendahan dan jelek, lalu brawijaya mengeluarkan wanita tersebut dan menaruhnya di seorang petani di suatu desa yang namanya karang jambu. Dan anak tersebut tumbuh besar di desa tersebut sampi menginjak dewasa dan dinamakan lembu peteng, dan ia di keadaan yang jelek dan sempitnya maisyah, karena ia tidak memiliki pekerjaan kecuali petani, dan ia malu dari manusia, karena ia menjadi rakyat bawan dan rakyat biasa, dan sudah menyebar bahwa ia anak raja brawijaya, maka ia sedih dan berfikir akan urusan mereka, dan hatinya bingung di lembah fikiran, lalu ia kelluar dari desa tersebut dan berjalan di bumi sampai di suatu gunun kadeng, maka ia menyendiri di sana, dan sibuk melakukan latihan, dengan menyiksa dirinya, dengan menyedikitkan makanan dan kurangnya tidur, seraya berharap agar kendali tanah jawa berada di tangannya, dan di bawah kekuasaanya. dan ia berada di situ lama, sampai ia mendengan suara agar ia meninggalkan tempat ini dan carilah seorang guru dari guru zaman ini, ketiak kamu menemukannya maka sibuklah untuk berkhidman padanya dan selalu taat padanya.

Lalu ia keluar dari tempat tersebut dan turun dari pucuk gunung dan berkelana di bumi, menapaki dalan kecul dan tanah becek, naik di atas gunu, dan turun di lembah, dan tempat-tempat yang menakutkan, mendatangi kota-kota dan desa-desa, keluar dari tempat ini masuk di tempat lain, semua itu bersama meninggalkan enaknya minuman dan makanan, dan meninggalkan tikar untuk istirahat dan tidur, seraya mencari kemuliaan yang tinggi dan kehormatan di antara para manusia.

Dai ia tidak henti-henti melakukan hal tersebut sampai datang di suatu daerah , yang di situ adah soerng pemimpin yang namanya ki tarub, dan ki tarub berkata: apa yang membuatmu datang kesini wahai pemuda?. ia berkata: aku datang kepadamu dan menyerahkan padamu diriku dan urusanku padamu, seraya meminta berkah dengan melayanimu. maka ki tarub tersenyum dan memandangnya dan memiriki firasan dari wajahnya dan cahaya matanya bahwa anak ini termasuk putra raja, lalu ki tarub menanyakan namanya dan ayahnya dan kotanya. ia berkata: namaku lembu peteng, dan saya putra seorang wanita yang bernama wandan kuning dari suatu desa yang namanya karang jambu. maka ki tarub ingan bahwa brawijaya memiliki istri yang namanya wandan kuning, dan ia ingat apa yang terjadi padanya, dan bahwa brawijaya mengeluarkannya dan anaknya sampai akhir cerita. maka ki tarub sangat bahagia dan berkata: wahai anakku jika enkau ingin melayaniku maka lakukanlah dengan serius dan niat yang kuat, dan niatlah melatih diri untuk memperoleh apa yang kau inginkan seperti kerajaan dan kekuasaan. lembu peteng berkata: siap, dan hal tersebut adalah tujuanku dan puncak harapanku, dan menerimamu akan pelayananku adalah termsuk kebahagiannku yng besar, seraya mengharap keberkahan doamu.

Maka lembu peteng tidak henti-henti melayani ki tarub siang malam, dan tidak terputus dari latihannya bersama pelayanan tersebut, maka ki tarub takjub dari ketaatannya dan pelayanannya dan mencintainya dengan sangat. dan berkata padanya: wahai anakku: apakah engkau mau aku nikahkan dengan putriku yang namanya nawang sih. lembu peteng berkata: iya saya mau. ini adalah cerita lembu peteng.