cool hit counter
  • Nadzam Baiquniyah - المنظومة البيقنية
  • Umar ibn Muhammad ibn Futuh al-Baiquni

أبدأُ بالحمدِ مُصَلِّياً عَلَى ۞ مُحَمَّدٍ خَيْرِ نبيْ أُرسلا
saya memulai dengan pujian seraya berselawat atas Muhammad sebaik-baik nabi yang diutus

 وذِي من أقْسَامِ الحَدِيثِ عِدَّهْ ۞ وَكُلُّ واحد أتى وحدَّه
ini adalah termasuk pembagian hadis yang terhitung, dan setiap satuannya datang beserta definisinya

أوَّلُها الصَّحِيحُ وَهْوَ مَا اتَّصل ۞ إسْنَادُهُ وَلَمْ يَشُذَّ أَوْ يُعَلْ
yang pertama adalah sahih, yaitu hadis yang sambung sanadnya dan tidak syad atau cacat

يَرْوِيهِ عَدْلٌ ضَابِطٌ عَنْ مِثْلِه ۞ مُعْتَمَدٌ فِي ضَبْطِهِ وَنَقْلِه
diriwayatkan oleh orang adil yang cerdas dari sepertinya, dipercaya ingatannya dan periwayatannya

والَحسَنُ المعروفُ طُرْقاً وَغَدَتْ ۞ رِجَالُهُ لاَ كالصّحيحِ اشْتَهَرَتْ
hasan adalah yang diketahui jalanya dan perawinya tidak seperti sahih

 وكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الحسن قصر ۞ فهو الضعيف وَهْوَ أَقْسَاماً كُثُرْ
setiap yang kurang dari derajat hasan maka adalah dhoif, dan pembagiannya itu banyak

وَمَا أُضيفَ لَلنَّبِي المَرْفُوعُ ۞ وَمَا لِتَابِعٍ هو المقطوع
hadis yang disandarkan pada nabi itu marfuk, dan pada tabiin adalah maqthu’

والُمسنَدُ الُمتَّصِلُ الإسنادِ مِنْ ۞ رَاوِيهِ حَتَّى المُصْطَفَى وَلَمْ يَبِنْ
musnad adalah hadis yang sambung sanadnya dari perawinya sampai nabi yang terpilih dan tidak putus

وَمَا بِسَمْعِ كُلِّ رَاوٍ يَتَّصِل ۞ إسْنَادُهُ لِلْمُصْطَفَى فَالْمُتَّصِل
hadis yang dengan pendengaran setiap rawi dan sanadnya sambung kepada nabi yang terpilih maka itu muttasil

مُسَلْسَلٌ قُلْ مَا عَلَى وَصْفٍ أَتَى ۞ مِثْلُ أَمَا وَاللهِ أنْبأنِي الْفَتَى
musalsal katakan pada hadis yang menetapi suatu sifat, seperti ama wa allah anbani fata

كذَاكَ قَدْ حَدَّثَنِيهِ قَائما ۞أَوْ بَعْدَ أَنْ حَدَّثَنِي تَبَسَّمَا
begitu juga ia telah mencintaiku dalam keadaan berdiri, atau setelah menceritaiku ia tersenyum

عَزِيزُ مَرْوِي اثْنَيْنِ أوْ ثَلاَثَهْ ۞ مَشْهُورُ مَرْوِي فوْقَ مَا ثَلاثهْ
Aziz adalah hadis yang diriwayatkan dua rawi atau tiga. masyhur adalah hadis yang diriwayatkan di atas tiga 

مَعَنْعَنٌ كَعَن سَعِيدٍ عَنْ كَرَمْ ۞ وَمُبْهَمٌ مَا فِيهِ رَاوٍ لَمْ يُسَمْ
muan’an itu seperti ‘an sa’id ‘an karam. mubham adalah hadis yang di dalamnya ada rawi yang tidak disebut

وَكُلُّ مَا قَلَّتْ رِجَالُهُ عَلاَ ۞ وَضِدُهُ ذاك الذي قد نَزَلا
setiap hadis yang perawinya sedikit itu ali, dan kebalikannya adalah hadis yang nazil

ومَا أضَفْتَهُ إِلَى الأَصْحَابِ مِنْ ۞ قَوْلٍ وفعل فهو مَوْقُوفٌ زُكنْ
hadis yang kamu sandarkan pada sahabat dari ucapan dan pekerjaan maka itu adalah disebut mauquf

 وَمُرْسلٌ مِنْهُ الصِّحَابِيُّ سَقَطْ ۞ وَقُلْ غَرِيبٌ مَا رَوَى رَاوٍ فَقَطْ
mursal adalah yang gugur sahabat, dan ghorib adalah hadis yang diriwayatkan seorang rawi saja

وَكُلُّ مَا لَمْ يَتَّصِلْ بحال ۞ إسْنَادُهُ مُنْقَطِعُ الأوْصالِ
setiap hadis yang sanadnya tidak sambung dalam keadaan apa pun itu munqoti’

والُمعْضَلُ الساقِط مِنه اثنانِ ۞ وما أتى مُدلساً نَوعانِ
mu’dlol itu hadis yang gugur dua rawi, dan hadis mudallas itu dua macam

 

This Post Has One Comment

  1. Baguss

Leave a Reply