cool hit counter

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

الحمد لله المنفرد بالإيجاد

Segala puji bagi Allah Yang Esa dalam mewujudkan 

والصلاة والسلام على سيدنا محمد أفضل العباد

Shalawat serta salam semoga untuk junjungan kita Muhamad hamba yang paling mulia 

وعلى آله وأصحابه أولي البهجة والرشاد

Dan bagi keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang memiliki kehormatan dan dan petunjuk

وبعد فيقول العبد الفقير إلى رحمة ربه المتعالى: محمد بن الشافعي الفضالي الشافعي:

Dan setelah itu, berkata seorang hamba yang butuh pada rahmat Tuhan Yang Maha Luhur yaitu Muhammad Syafi’i 

قد سألني بعض الإخوان أن أؤلف رسالة في التوحيد

sebagian teman memintaku agar aku mengarang sebuah kitab tentang Tauhid 

 فأجبته إلى ذلك ناحياً نحو العلاّمة الشيخ السنوسي في “تقرير البراهين” 

Lalu aku penuhi hal tersebut Seraya Menyamai alamat Syekh Sanusi dalam kitab taqrirot barohin

غير أني أتيت بالدليل بجانب المدلول

Hanya saja saya mendatangkan dalil di samping madlul (yang di dalili)

وزدته توضيحاً لعلمي بقصور هذا الطالب

Dan aku tambah penjelasan karena pengetahuanku tentang kurangnya anak yang minta ini 

 فجاءت بحمد الله تعالى رسالة مفيدة

Maka datanglah dengan memuji kepada Allah sebuah kitab yang berkaitan

 ولتقرير ما فيها مجيدة

dan menetapkan apa yang ada di situ yang Bagus

 وسميتُها: “كفايةُ العوامِ فيما يجبُ عليهمْ من علمِ الكلامِ”

Dan aku beri nama kifayatul awam tentang perkara yang wajib bagi mereka dari ilmu kalam

واللهَ تعالى أسألُ أنْ ينفعَ بها

 hanya kepada agar kepada kita

 وهو حسبي ونعم الوكيل

 dialah yang mencukupiku dan sebaik-baik Yang dijadikan wakil

بيان عدد العقائد، وأنَّ كلَّ عقيدة عليها دليلان: إجمالي وتفصيلي

Penjelasan hitungan akidah-akidah, dan bahwasannya setiap aqidah itu memiliki dua dalil, yaitu global dan perincian

وبيان حكم “المقلد” في العقيدة

Penjelasan hukum orang yang ikut dalam akidah 

اعلم أنه يجب على كل مسلم أن يعرف ” خمسين عقيدة “

Ketahuilah bahwasanya wajib bagi setiap muslim agar mengetahui 50 aqidah

 وكل عقيدة يجب عليه أن يعرف لها دليلاً إجمالياً أو تفصيلياً

dan setiap aqidah wajib baginya mengetahui dalil secara global dan perincian 

قال بعضهم: يُشترط أن يعرف الدليل التفصيلي 

Sebagian ulama berkata: disyaratkan agar ia mengetahui dalil secara rinci

 لكن الجمهور على أنه يكفي الدليل الإجمالي لكل عقيدة من هذه الخمسين

Tetapi mayoritas ulama pendapat bahwa cukup dalil secara global bagi setiap aqidah dari 50 aqidah ini 

و” الدليل التفصيلي “: مثاله إذا قيل: ما الدليل على وجوده تعالى؟ 

Dalil secara perinci contohnya jika diucapkan Apa dalil tentang wujudnya Allah ta’ala 

أنْ يُقالَ: هذه المخلوقات

hendaknya dikatakan makhluk makhluk ini 

فيقول له السائلُ: المخلوقات دالةٌ على وجود الله تعالى من جهة إمكانها أو من جهة وجودها بعد عدم، فيجيبَه.

Orang yang bertanya mengatakan kepadanya: makhluk makhluk itu menunjukkan terhadap wujudnya Allah dari segi mungkinnya atau dari segi wujudnya setelah ketiadaan, maka ia menjawab

وأما إذا لم يجبْه، بل قال له: هذه المخلوقات فقط، ولم يعرف من جهة “إمكانها” أو “وجودها” بعد عدم، فيقال له: ” دليل إجمالي “, وهو كافٍ عند الجمهور.

Adapun Jika ia tidak menjawabnya, akan tetapi ia mengatakan kepadanya ini makhluk saja dan tidak tahu segi kemungkinannya atau wujudnya setelah tidak ada, maka di katakan padanya dalil secara global, dan itu cukup menurut Mayoritas ulama

وأما ” التقليدُ ” وهو أنْ يعرفَ العقائدَ الخمسين, ولم يعرفْ لها دليلاً إجمالياً أو تفصيلياً

Adapun taklid yaitu mengetahui 50 aqoid dan tidak tahu dalil secara global dan perinci

 فاختلف العلماء فيه فقال بعضهم: لا يكفي التقليد والمقلد كافر

Maka ulama berbeda pendapat dalam hal tersebut Sebagian ulama mengatakan tidak cukup taqlid dan muqallid adalah kafir 

وذهب إليه ابن العربي  والسنوسي وأطال في ” شرح الكبرى ” في الرد على من يقول بكفاية التقليد

mengikuti pendapat tersebut adalah Ibnu Arabi Sanusi, dan beliau melebar panjangkan dalam kitab syarah kubra untuk menolak orang yang mengatakan kecukupan taqlid

 لكن نُقل أن السنوسي رجع عن ذلك وقال بكفاية التقليد، 

Tetapi di nuqil bahwa Sanusi itu mencabut pendapatnya dan mengatakan kecukupan taqlid

لكن لم نر في كتبه إلا القول بعدم كفايته

tetapi kita tidak melihat di kitab-kitab nya kecuali pendapat tentang tidak cukupnya taqlid



بيانُ المقدماتِ العقليةِ والمنطقيةِ التي يحتاج إليها مَنْ يُريدُ دراسةَ علمِ العقيدةِ

Keteranganpendahuluan akal dan logika yang dibutuhkan oleh seorang yang ingin mempelajari ilmu aqidah

اعلم أنَّ فهمَ ” العقائد الخمسين ” الآتية يتوقف على أمور ثلاثة: الواجب والمستحيل والجائز:

Ketahuilah bahwa memahami aqidah 50 yang akan datang itu terpaku pada tiga perkara, wajib mustahil dan jaiz

فالواجبُ: هو الذي لا يُتصور في العقل عدمُه، أي: لا يصدِّق العقلُ بعدمه

Wajib yaitu sesuatu yang tidak tergambarkan dalam akal ketiadaannya, maksudnya akal tidak membenarkan ketiadaannya

 كالتحيز للجرم، أي: أخذه قدراً من الفراغ، والجرم كالشجر والحجر

seperti bertempatnya benda, maksudnya mengambilnya benda terhadap kadar kekosongan, dan benda itu seperti pohon dan batu 

 

 فإذا قال لك شخص: إن الشجرة لم تأخذ محلاً من الأرض مثلاً, لا يصدق عقلك بذلك، لأن أخذه محلاً واجب لا يصدق العقل بعدمه

Jika ada seorang yang mengucapkan kepada kamu bahwasannya pohon itu tidak mengambil tempat dari tanah, maka akal mu tidak akan membenarkan hal tersebut, karena pengambilan pohon terhadap tanah itu wajib, akal tidak membenarkan ketiadaannya

والمستحيلُ: هو الذي لا يُتصور في العقلِ وجوده أي: لا يُصدِّقُ العقلُ بوجوده

Mustahil yaitu sesuatu yang tidak tergambar dalam akal adanya, maksudnya akal tidak membenarkan adanya

 

 فإذا قال قائل: إنَّ الجِرْمَ الفلانيَّ خالٍ عن الحركة والسكون معاً, لا يصدق عقلُك بذلك لأن خلوه عن الحركة والسكون مستحيلٌ لا يُصدقُ العقلُ بوقوعه ووجوده

Jika ada seorang yang mengatakan bahwa benda milik fulan itu terbebas dari gerakan dan diam secara bersamaan, maka akalmu tidak akan membenarkan hal tersebut, karena terbebasnya benda dari gerakan dan diam itu mustahil, akal tidak akan membenarkan terjadinya dan adanya

والجائزُ: هو الذي يصدق العقلُ بوجوده تارةً وبعدمه أخرى, كوجود ولدٍ لزيدٍ

Jaiz yaitu akal membenarkan adanya suatu ketika dan tidak adanya di suatu ketika yang lain seperti adanya anak bagi saya

 فإذا قال قائلٌ: إن زيداً له ولد, جوَّز عقلُك صدقَ ذلك، وإذا قال إن زيداً لا ولد له, جوّز عقلك صدق ذلك

Jika ada yang mengucapkan bahwa Zaid memiliki anak, maka akalmu boleh membenarkan hal tersebut dan jika ada yang mengatakan saya tidak memiliki anak maka akan mu kan Benar kan hal tersebut

 

 فوجودُ ولد لزيدٍ وعدمُه جائزٌ يصدق العقلُ بوجودِه وعدمِه.

Maka adanya anak bagi saya dan dia tanya itu boleh, akal membenarkan tentang adanya dan tidak adanya 

فهذه الأقسام الثلاثة يتوقف عليها فهم العقائد, فتكون هذه الثلاثة واجبة على كل مكلف من ذكر وأنثى، لأن ما يتوقف عليه الواجب يكون واجباً

Maka 3 dasar ini adalah landasan pemahaman aqidah, maka tidak wajib bagi setiap mukallaf baik itu laki-laki atau perempuan, karena sesuatu yang dibuat untuk melaksanakan wajib maka perkara itu wajib

 بل قال إمام الحرمين: إن فهم هذه الثلاثة هي نفس العقل، فمن لم يعرفها، أي: لم يعرف “معنى الواجب” و “معنى المستحيل” و “معنى الجائز” فليس بعاقل

Bahkan imam haromain mengatakan bahwa memahami tiga ini adalah inti dari akal, barang siapa tidak mengetahuinya -maksudnya tidak mengetahui makna wajib mustahil Jaiz- maka dia tidak orang yang berakal

فإذا قيل هنا: القدرة واجبة لله، كان المعنى قدرة لله لا يصدق العقل بعدمها، لأن الواجب هو الذي لا يصدق العقل بعدمه كما تقدم

jika di sini dikatakan, sifat qudrat itu wajib bagi Allah, maka maknanya qudroh itu milik Allah, akal tidak membenarkan ketiadaannya, karena perkara yang wajib yaitu perkara yang akal tidak membenarkan ketiadaanya, seperti yang dahulu

وأما “الواجب” بمعنى ما يثاب على فعله ويعاقب على تركه، فهو معنى آخر ليس مراداً في علم التوحيد، فلا يشتبه عليك الأمر. 

Adapun wajib dengan makna sesuatu yang diberi pahala karena melakukannya dan disiksa karena meninggalkannya, maka itu adalah makna lain , tidak dimaksudkan pembahasan ilmu tauhid,  Maka jangan bingung 

نعم، لو قيل: يجب على المكلف اعتقاد قدرة لله تعالى، كان المعنى يثاب على ذلك ويعاقب على ترك ذلك.

Ya, jika dikatakan wajib bagi mukallaf mengitakadkan qudrat bagi Allah ta’ala maka maknanya Iya diberi pahala karena hal tersebut, dan disiksa karena meninggalkan hal tersebut

ففرق بين أن يقال: اعتقاد كذا واجب، وبين أن يقال: العلم مثلاً واجب

Maka bedakan antara ucapan mengitikadkan begini adalah wajib, dan antara ucapan sifat ilmu itu wajib

 لأنه إذا قيل: العلم واجب لله تعالى، كان المعنى أن علم الله تعالى لا يصدق العقل بعدمه

karena Jika diucapkan sifat ilmu wajib bagi Allah, maka maknanya bahwasanya ilmu Allah ta’ala itu tidak dibenarkan akal ketiadaannya

 وأما إذا قيل: اعتقاد العلم واجب، كان المعنى يثاب إن اعتقد ذلك، ويعاقب إن لم يعتقد

Jika diucapkan mengikuti sifat ilmu itu wajib, maka maknanya diberi pahala jika mrengitadkan hal tersebut dan di iyaSiksa jika tidak mengikuti hal tersebut

 فاحرص على الفرق بينهما، ولا تكن ممن قلَّد في عقائد الدين فيكون إيمانك مختلَفاً فيه، فتخلد في النار عند من يقول: لا يكفي التقليد.

maka carilah terhadap perbedaan keduanya, dan jangan menjadi orang yang Bertaqlid dalam masalah aqidah agama maka imanmu di perdebatkan, maka kamu kekal di neraka menurut seorang yang mengatakan tidak cukup tablet

قال السنوسي: وليس يكون الشخص مؤمناً إذا قال: أنا جازم بالعقائد، ولو قطعت قطعاً قطعاً لا أرجع عن جزمي هذا، بل لا يكون مؤمناً حتى يعلم كل عقيدة من هذه الخمسين بدليلها.

Imam Sanusi berkata:seorang tidak beriman jika mengatakan saya mantap dengan akidah, walaupun aku dipotong potong aku tidak akan mencabut kemantapanku ini, tetapi ia tidak dikatakan Mukmin sampai ia mengetahui setiap aqidah ini dengan dalil dalilnya 

 

وتقديمُ هذا العلم فرضٌ، كما يؤخذ من “شرح العقائد”, لأنه جعله أساساً ينبنى عليه غيرُه

Mendahulukan ilmu ini adalah fardu, Seperti yang diambil dari kitab Syariah Aqoid, Karena beliau menjadikan ilmu ini adalah pondasi yang untuk membangun yang lain

 فلا يصح الحكم بوضوء الشخص أو صلاته إلا إذا كان عالماً بهذه العقائد أو جازماً بها على الخلاف في ذلك.

maka tidak boleh menhukumi wudlunya Seseorang atau solatnya kecuali jika ia mengetahui aqidah-aqidah ini atau mantap tergantung perbedaan ulama dalam hal tersebut

وإذا قيل: العجز مستحيل عليه تعالى، كان المعنى أن العجز لا يصدق العقل بوقوعه لله تعالى ووجوده، وكذا يقال في باقي المستحيلات

jika Dikatakan lemah itu mustahil bagi Allah, maka maknanya lemah itu akal tidak membenarkan terjadinya bagi Allah dan adanya, begitu juga dikatakan di seluruh sifat mustahil 

 وإذا قيل: رَزَقَ اللهُ زيداً بدينار, يقال: جائزٌ, كان المعنى أن ذلك يصدق العقل بوجوده تارة وبعدمه أخرى.

 Jika dikatakan Allah memberi zaid Dinar, dikatakan boleh, maka maknanya bahwa akal membenarkan adanya hal tersebut di suatu ketika, dan ketiadaannya di suatu ketika yang lain 

ولنذكر لك العقائد الخمسين مجملة قبل ذكرها مفصلة:

Maka aku sebut 50 aqidah secara global sebelum penyebutanya secara terperinci

فاعلم أنه يجب له سبحانه وتعالى عشرون صفة, ويستحيل عليه عشرون, ويجوز في حقه أمر واحد، فهذه إحدى وأربعون.

 maka ketahuilah bahwasanya wajib bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala 20 sifat, muhal baginya 20, dan boleh baginya 1, maka ini adalah 41

ويجب للرسل أربعة, ويستحيل عليهم أربعة، ويجوز في حقهم عليهم الصلاة والسلام أمر واحد.

dan Wajib bagi utusan 4, dan muhal baginya 4, dan boleh baginya satu

فهذه الخمسون، وسيأتي تحرير الكلام عند ذكرها مفصلةً إن شاء الله تعالى.

 maka inilah 50 dan akan datang penjelaanya secara terperinci Insya Allah