segala puji bagi Allah yang menunjukka kita kepada islam dan iman, dan menhususkan sebagian hambanya dengan taat, dan sebagian dengan kemaksiatan, dan solawat serta salam semoga untuk utusan yang paling mulia, junjungan anak adam, junjungan kita Muhammad beserta keluarga, sahabat, istri-istri, dan keturunan beliau dengan hitungan gorosan pena.

setelah itu, berkata orang yang banyak dosa, Muhammad ibn Umar ibn Arabi As Syafi’i, ini adalah Syarah dari permasalahan syekh imam abi laits al Muhaddis al Mufassir yang terkenal dengan sebutan imamul Huda Nasr ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Ibrohim al Hanafi As Samarqondi. yang menjelaskan maknayan dan menguatkan lafadya. dan aku beri nama:

tetesan hujan tenteng penjelasan masalah-masalah abi laits

dan aku meminta kepada Allah agar memberi manfaat kepada orang yang menerimanya dengan hati yang sehat, dan menjadikan ikhlas untuk dzatnya yang mulia, sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

(dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang) nama yang agung bukan musytaq bukan juga manqul. al di situ adalah zaidah litta’rif, bahkan diletakkan untuk itu, itu adalah nama yang mengumpulkan untuk seluruh nama nama Allah yang baik dan sifat-sifatNya lang luhur. Rohman: banyak kasih-sayangnya dengan nikmat-nikmat yang agung. Rohim: banyak kasih sayangnya dengan nikmat-nikmat yang kecil. mengususkan penamaan dengan nama nama ini agar orang yang pandai mengetahui bahwa yang behak untuk dimintai tolong di setiap perkata adalah yang disembah secara hak, yang memberti seluruh nikmat, yang besar maupun yang kecil.

Mushonnif membuka kitab ini dengan dengan basmalah karena mengikuti kitab-kitab langit, dan melaksanakan dengan hadist yang diriwayatkan. seperti yang di riwayatkan dari rasulullah SAW. jika seorang hamba menulis bismillahir rohmanir rohim di suatu papan atau di suatu kitab , maka para malaikat mencatat pahala baginya, dan memintakkan ampunan kepada dia, selama nama tersebut masih di papan atau kitab.

(segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam) maksudnya: pemilik seluruh makhluk. (dan akhir yang baik) maksudnya: pahala yang terpuji (untuk orang orang yang bertaqwa) maksudnya: siksa Allah ta’ala kerena meniggalkan maksiat. (dan selawat) maksudnya: tambahnya rahmat dari Allah yang bersamaan dengan pengagungan (dan salam) maksudnya: penghurmatan dari Allah ta’ala (untuk junjungan kita Muhammad) yaitu ibn abdillah, makhluk yang paling sempurna secara dhohir batin, yang diutus di makkan dan dimakamkan di madinah. (dan keluarganya) maksudnya: para penolong beliau yang terdiri dari orang-orang yang beriman. (dan sahabat-sahabat beliau) mereka adalah yang berkumpul bersama nabi SAW di kehidupan beliau, setelah kenabian beliau, yang beriman kepada beliau. dan sahabat yang ketika rasulullah meninggal dan mereka dalam keadaan hidup itu ada 124.000 sahabat ra. seperti hitungan para nabi dan hitungan para wali di setiap masa.

 

 

(jika dikatakan padamu) wahai orang yang beriman (apa itu iman?) maksudnya: apa hubungan-hubungan iman yang iman adalah membernarkan?

(maka jawabnya) kamu hendaknya berkata (saya beriman) maksudnya: saya membenarkan dan menetapkan (kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari akhir dan qodar) dengan fathahnya dal (baiknya dan buruknya dari Allah ta’ala) ini adalah seperti yang diriwayatka muslim dari sayyidina umar dari hadits jibril, dan jika kita mengambil dari riwayat bukhori maka dari abi Hurairah dari hadits jibril juga. maka kau mengucapkan, saya beriman kepada Allah, malaikatNya, bertemuNya, dan utusanNya, dan kepada kebangkitan. maknanya: saya membenarkan akan keberadaan Allah dan dengan sifat-sifatnya yang wajib bagiNya, dan keberadaan malaikan, dan mereka adalah hamba yang dimuliakan. dan membenarkan melihat Allah di akhirat bagi orang-orang yang beriman, dan bahwa utusan-utusan Allah adalah benar tentang apa yang mereka sampaikan dari Allah, dan membenarkan kebangkitan dari kubur.

sebagian ulama’ berkata: barang siapa belajar saat kecil: saya beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari akhir dan Qodar baik buruknya dari Allah, dan mengetahui bahwa hal tersebut adalah iman, hanya saja ia tidah tahu penjelasannya, maka tidak dihukumi akan keimannya.

sebagian ulama berkata: keimaman seseoang ketika putus asa, maksudnya waktu sakaratul maut, ketika melihat tempatnya di sorga atau di neraka, tidak diterima, karena tidak melakasanakan perintah dalam keadaan dapat memilih. karena sorang hamba melihat tempatnya dalam waktu itu, seperti yang diriwayatkan dari nabi SAW. beliau bersabda: sesungguhnya seorang hamba tidak bakal mati kecuali ia melihat tempatnya di sorga atau di neraka. berbeda taubatnya orang yang putus asa, maka diterima, setelah baiknya iman, karena diriwayatkan dari ibn Umar ia berkata: rasulullah bersabda: diterima taubat seseorang yang beriman selagi belum mengorok. maksudnya sebelum ruhnya sampai hukqum.

dan ketahuilah bahwa iman kepada Allah itu terbagi menjadi tiga bagian: iman taqlidi, iman tahqiqi, dan iman istidlali. taqlidi adalah seorang beriman akan ke-esa-an Allah kerana mengikuti ucapan ulama’, tanpa bukti. iman ini tidak aman dari goncangan meragukannya orang yang meragukan. Haqiqi adalah adalah seorang memantapkan hatinya atas ke-esa-an Allah, sekira jika ada orang yang punya ilmu berbeda dengannya tentang yang dimantapi hatinya, maka ia tidak menemukan kesalahan dalam hatinya. Istidlali adalah: seorang mencari dalil dari sesuatu yang diciptakan untuk yang menciptakan, dan dari bekas untuk pemberi bekas, bekas itu menunjukkan terhadap yang memberi bekas, dan bagunan menunjukkan terhadap yang membangun, dan yang diciptakan menunjukkan yang menciptakan, dan anak onta menunjukkan terhadap unta, karena bekas tanpa ada yang memberi bekas itu muhal