الحَمْدُ لِلهِ الكَرِيمٍ الخَلَّاق 
Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Pencipta

 والصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المَبْعُوثِ لِتَتْمْيمِ مَكَارِمِ الأخْلَاق 
dan rahmat dan salam untuk junjungan kita Muhamad yang di utus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia 

وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ مَا جَرَى قَلَمُ التَّلْخِيصِ وَالبَيَانِ عَلَى صِفَاتِ الاوْرَاق
dan untuk keluarga dan sahabat-sahabatnya selama mengalirnya pena ringkasan dan kejelasan pada lembaran-lembaran kertas.

أَمَّا بَعْدُ فَهَذَا مُخْتَصَرٌ فِي عِلْمِ الأَخْلَاقٍ الدِّينِيَّةِ وَضَعْتُهُ لِطُلَّابِ السَّنَةِ الأُولَى الأَزْهَرِيَّةِ 
Adapun setelah itu, maka ini adalah ringkasan tentang Ilmu Akhlaq agama, yang saya buat untuk para Pelajar Tahun Pertama Al-Azhar

وَسَمَّيْتُهُ تَيْسِيرِ الخَلَّاق فِى عِلْمِ الأَخْلَاق
 dan saya namakan Taisirul Khollaq fi Ilmil Akhlaq (kemudahan sang maha pencipta tentang ilmu akhlaq)

فَقُلْتُ وَبِاللهِ العِصْمَةُ وَبِيَدِهِ إِتْمَامُ النِّعْمَةِ
Maka saya berkata -Dan hanya dengan Allah lah pemeliharaan, dan hanya dengan kekuasaan-Nya penyempurnaan nikmat- :

عِلْمُ الأَخْلَاقِ عِبَارَةٌ عَنْ قَوَاعِدَ يُعْرَفُ بِهَا صَلَاحُ القَلْبِ وَسَائِرِ الحَوَاس 
Ilmu Akhlak adalah istilah tentang kaedah-kaedah yang di buat mengetahui kebaikan hati dan seluruh anggota tubuh.

وَمَوْضُوعُهُ الأَخْلَاقُ مِنْ حَيْثُ التَّحَلِّى بِمَحَاسِنِهَا وَالتَّخَلِّى عَنْ قَبَائِحِهَا 
Pembahasanya adalah Akhlak dari segi berhias dengan kebaikan-kebaikannya dan mengosongkan keburukan-keburukan.

وَثَمْرَتُهُ صَلَاحُ القَلْبِ وَسَائِرِ الحَوَاسِ فِي الدُّنْيَا وَالفَوْزُ بأعَلَى المَرَاتِبِ فِى الآخِرَة
Buahnya adalah kebaikan hati dan seluruh anggota di dunia, dan memperoleh kedudukan yang tinggi di akhirat.

التَّقْوَى هِىَ إِمْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيهِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً 
Taqwa adalah melakukan perintah-perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar serta menjauhi larangan-larangaNya secara tersembunyi dan terang-terangan

فَلَا تَتِمُّ إِلَّا بِالتَّخَلِّى عَنْ كُلِّ رَذِيلَةٍ ، وَالتَحَلِّى بِكُلِّ فَضِيلَةٍ 
Maka Takwa tidak sempurna kecuali dengan menjauhi semua keburukan dan berhias dengan setiap keutamaan

فَهِيَ الطَّرِيقُ الَّذِي مَنْ سَلَكَهُ اهْتَدَى
Maka Taqwa adalah jalan, yang siapa yang menapakinya maka ia akan mendapat petunjuk

 وَالعُرْوَةُ الوُثْقَى الَّتِي مَنْ اسْتَمْسَكَ بِهَا نَجَا
dan tali yang kuat, yang siapa yang memegangnya akan selamat

وَأَسْبَابُهَا كَثِيرَةٌ
Sebab-sebab takwa itu banyak

مِنْهَا: أَنْ يُلَاحِظَ الإنْسَانُ أَنَّهُ عَبْدٌ ذَلِيلٌ ، وَأَنَّ رَبَّهُ قَوِيٌّ عَزِيز، وَلَا يَنْبَغِى لِلذَّلِيلِ أَنْ يَعْصِىَ العَزِيز ، لِأَنَّ نَاصِيَتُهُ بِيَدِه
Di antaranya: hendaknya manusia memperhatikan bahwa ia itu hamba yang hina, dan tuhannya itu maha kuat dan perkasa, dan tidak layak bagi yang hina mendurhakai yang maha perkasa karena ubun-ubunnya dalam kekuaasan-Nya

وَمِنْهَا أَنْ يَتَذَكَّرَ إِحْسَانَ اللهِ إلَيْهِ فِى جَمِيعِ الأحْوَالِ ، وَمَنْ كَانَ كَذَلِكَ لَا يَنْبَغِى أَنْ تَجْحَدَ نِعْمَتَهُ
Di antaranya: hendaknya ia mengingat kebaikan Allah kepadanya dalam segala hal, dan barang siapa seperti itu tentu tidak layak dia mengingkari nikmat-Nya.

 وَمِنْهَا: أَنْ يَتَذَكَّرَ المَوْتَ ، لِأَنَّ مَنْ عَلِمَ أَنَّهُ سَيَكُون وَأَنَّهُ لَيْسَ أَمَامَهُ إِلَّا الجَنَّةَ أَوِ النَّار ، بَعَثَهُ ذَلِكَ إِلَى الأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ حَسْبَ الإسْتِطَاعَة 
Di antaranya : handaknya ia mengingat mati, karena seseorang yang menyadari bahwa dia akan mati, dam tiada di hadapannya selain surga dan Neraka, hal tersebut mendorongnya dirinya pada amal-amal baik semampunya

 وَمِنَ الأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ مُسَاعَدَةُ المُسْلِمِينَ وَالنَّظَرُ إِلَيْهِم بِعَيْنِ العَطْفَ وَالرَّحْمَةِ خُصُوصًا إِذَا سَبَقَ مِنْهُم إحْسَانٌ إِلَيْه
di antara perbuatan baik adalah menolong sesama muslim, memandang mereka dengan pandangan lemah lembut dan kasih sayang,  lebih-lebih jikamereka lebih duluan berbuat baik

.وَأَمَّا ثَمَرَتُهَا فَسَعَادَةُ الدَّارَيْن
adapun buah Taqwa adalah kebaahagiaan di dua rumah (dunia dan akhirat).

أَمَّا فِى الدُّنْيَا فَارْتِفَاعُ القَدْرِ وَجَمَالُ الصِّيتِ وَالذِّكْرِ وَاكْتِسَابُ المَوَدَّةِ مِنَ النَّاسِ
Adapun di dunia: maka terangkatnya derajat, harum nama dan sebutan, dan memperoleh kasih sayang  dari manusia

لِأَنَّ صَاحِبَ التَّقْوَى يُعَظِّمُهُ الأَصَاغِرِ ، وَيَهَابَهُ الأَكَابِرُ ، وَيَرَاهُ كُلُّ عَاقِلٍ أَنَّهُ الأَوْلَى بِالبِرِّ وَالإِحْسَان
karena orang yang memiliki takwa di agungkan oleh orang-orang kecil dan ditakuti orang-orang besar, setiap orang berakal melihat bahwa orang taqwa lebih berhak kebaikan dan kebagusan

وَأمَّا فِى الآخِرَةِ فَالنَّجَاةُ مِنَ النَّارِ وَالفَوْزُ بِدُخُولِ الجَنَّةِ 
Dan adapun di akhirat: maka selamat dari neraka, dan mendapat masuk surga

وَكَفَى المُتَّقِينَ شَرَفًا أَنَّ اللهَ يَقُولُ فِيهِم
 cukop kemuliaan orang yang bertaqwa bahwa Allah berfirman tentang mereka:

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحۡسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”(An-Nahl : 128)