الحمد لله الذي جعل أحاديث المصطفى في الاهتداء مثل النجوم
segala puji bagi allah yang menjadikan hadis-hadis nabi yang terpilih dalam menunjukan seperti bintang 

وأشهد أن لا إله إلا الله 
dan saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah

وأن محمدا رسوله أعطاه أسرار العلوم 
dan sesungguhnya Muhammad adalah utusanya, yana Allah beri rahasia-rahasia ilmu

والصلاة والسلام على أفضل خلقه محمد المبعوث بالمعجزات
solawat serta salam semoga atas sebaik-baik makhluknya yaitu Muhammad yang di utus dengan mujizat

وعلى أله مصابح الدلالت وأصحابه أنجم الهدايات
dan keluarganya lentera bukti dan sahabatnya bintang petunjuk

أما بعد فهذا شرح على لبب الحديث للشيخ العلامة الفهامة جلال الدين ابن العلامة أبي بكر السيوطي 
adapun setelah itu, maka ini adalah syarah terhadap kitab lubabul hadis milik syekh allamah jalaluddin ibn allaman abi bakr assyuthi

تغمده الله برحمته وأسكنه فسيح جنته
semoga Allah memberi rahmatNya dan menempatkanya ke dalam keluasan surganya

سميته تنقيح القول الحثيث في شرح لباب الحديث
yang aku namaka tanqihul qoul hastist tentang syarah lubabul hadist

والله أسأل أن يجعله خالصا لوجهه الكريم
aku meminta kepada Alah agar menjadikan kitab ini ikhlas karena wajahNya yang mulia

وسببا للفوز بجنات النعيم 
dan sabab untuk memperoleh sorga kenikmatan

وأن يختم لكتاتبه بخير أمين أمين
dan mengakhiri penulisnya dengan kebagusan, amin amin
واعلم أن الباعث في كتابة هذا الشرح حاجة المجتاجين إليه
dan ketahuilah bahwa sesungguhnya yang mendorong untuk menulis penjelsan ini adalah kebutuhan orang-orang yang butuh pada penjelasan ini

فإن هذا الكتاب كثير التحريف والتصريف لعدم الشرح إليه
karena sesungguhnya kitab ini itu banyak perubahan dan pengalihan karena ketiadaan penjelasan terhadapnya

ومع ذلك كثر تداول الناس من أهل جاوة عليه
bersama itu, banyak kemasyhuran orang jawa terhadap kitab ini

وأني لم أجد نسخة صحيحة فيه 
dan saya tidak menemukan salinan yang baik 

ولم أقدر على تصححيه واستيفاء مراده لقصورى
dan saya tidak mampu memperbaikinya dan memenuhi harapanya karena kekutangan saya

إلا أن بعض الشر أهون من بعض
hanya saja sesungguhnya sebagian kejelekan itu lebih ringan dari kejelekan yang lain

 

شهد اللله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولو العلم : ال عمرن18

Atinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).

Perhatikanlah, bagaimana Allah swt. memulai dengan diri-Nya, yang kedua dengan para malaikat, dan ketiganya dengan para ahli ilmu, hal ini karena suatu kemuliaan dan keutamaan. 

Nabi saw. bersabda kepada Abdullah bin mas’ud ra. : 

يا ابن مسعود, جلوسك ساعة فى مجلس العلم لاتمسّ قلما ولاتكتب حرف خيرلك من عتق الف رقبة ونظرك الى وجه العلم خيرلك منالف فرش تصدّقت بها فى سبيل الله , وسلامك على العلم خيرلك من عبدة الف سنت

Artinya : Hai Ibnu Mas’ud, dudukmu satu jam di majlis ilmu engkau tidak menyentuh pena dan tidak menulis satu huruf saja, adalah lebih baik bagimu daripada memerdekakakan serbu budak. Dan memandangmu pada muka orang alim, adalah lebih baik bagimu daripada bersedekah seribu kuda di jalan Allah, dan salamu kepada orang alim adalah lebih baik dari pada beribadah seribu tahun.

Maksudnya bahwasanya menuntut ilmu di majlim pengajian satu jam di waktu malam atau siang tanpa membawa pulpen dan tidak mencatat apa yang diajarkan, adalah lebih baik pahalanya dari pada memerdekakan  seribu budak atau hamba sahaya atau wanita amah. Kemudian memandang wajah orang alim karena rasa cinta, adalah lebih baik dari pada menyedekakan seribu kuda dijalan Allah untuk berjihat melawan orang-orang kafir dalam menegakkan agama Allah Ta’ala. Dan mengucapkan salam untuk orang alim, adalah lebih baik daripada beribadah seribu tahun. Demikian sebagaiman di sebutkan oleh Al Hafidh Al Mundziri dalam Durratul Yatimah.

Dan warta dari sahabat Umar bin Khattab ra. berkata : Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda :

من مشى الى حلقة عالم كان له بكلّ خطوة مائة حسنة, فاذا جلس عنده واستمع ما يقول كان له بكلّ كلمة حسنة 

Artinya : Siapa yang berjalan (pergi) ke sarasehan (majlis pengajian) orang alim, ia memperoleh pahala setiap satu langkah seratus kebaikan, apabila ia duduk di sisinya dan mendengarkan apa yang diajarkan, maka baginya berpahala dari setiap kalimat satu kebaikan.

demikian di sebutkan Imam An Nawawi dalam Riyadlus Shalihin.

Nabi saw bersabda :

فقيه واحد متورّع اشدّ على الشيطان من الف عابد مجتهد جاهل ورع

Artinya : seserang alim fiqih yang perwirah adalah lebih berat bagi syetan dari pada seribu orang ahli ibadah yang tekun yang bodoh lagi perwira.

Maksudnya bahwa seseorang yang alim dengan ilmu syari’ah yang wira’i dan dibebani meninggalkan segalah yang di haramkan, adalah lebih berat bagi syetan untuk menggodanya dari pada seribu orang yang ahli ibadah tetapi bodoh dan wira’i. Hal ini karena sewaktu syetan itu membuka pintu hawa nafsu untuk manusia dan kelezatan syahwat di dalam hati mereka antara seorang Faqih yang arif syetan lebih berat menggodanya, lalu ia menutup pintu itu dan merasa menyesal dan rugi. Lain halnya seorang ahli ibadah yang bodoh, dia sekalipun sibuk beribadah namun dia berada pada tali-tali syetan sedangkan dia tidak tahu. Demikian faidah yang dikemukakan Al Azizi mengutip dari At Thibi. Dan dalam riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas : “seseorang faqih lebih berat bagi syetan dari pada seribu orang ahli ibadah”.

Nabi saw. bersabda :

فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب

Artinya : Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan di malam purbama atas seluruh bintang-bintang.

Maksudnya seorang alim di atas adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya, adalah lebih utama daripada ahli ibadah yang bodoh bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas bintang-bintang. Yang dimaksud keutamaan disinih adalah keutaman banyaknya pahala yang diberikan oleh Allah kepada hambanya di akhirat dari tingkatan surga dan kenikmatannya, makanannya dan minumannya. Juga apa saja yang diberikan oleh Allah pada hambanya dari kedudukan dekatnya kepada Allah dan kelezatan memandang kepada-Nya serta mendengarkan pembicaraan-Nya. Hadist diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Mu’adz bin Jabal ra.

Dalam satu riwayat Al Harits bin Abu Usamah dari Abu Sa’id Al Khudri ra. dari Nabi saw. :

فضل العالم على العابد كفضلى على امّتى

Artinya : Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas umatku.

Dalam satu riwayat oleh Turmudzi dari Abu Umamah disebutkan ” Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang yang dibawahmu”. Maksudnya bahwa kemuliaan seorang alim dibandingkan kemuliaan seorang ahli ibadah, adalah seperti kemuliaan Nabi saw. atas kemuliaan rang yang beradah dibawah Nabi yaitu para sahabat.

Al Ghazzali berkata : “Perhatikanlah, bagaiman Nabi menjadikan ilmu sebagai standar derajat kenanabian, dan bagaimana Beliau menurutkan derajat amal semata-mata dari ilmu. Dan jika seorang ahli ibadah itu ternyata tidak berilmu sekalipun ia benar-benar tekun beribadah maka ia tidak dianggab ibadahnya”.

Nabi saw. bersabda :

من انتقل يتعلّم علما غفرله قبل ان يخطو

Artinya : Siapa berpindah (pergi) menuntut ilmu maka dosanya diampuni sebelum ia melangkah.

Maksudnya orang yang berpindah atau pergi baik jalan kaki atau naik kendaraan dari suatu tempat tinggalnya ke tempat yang lain untuk menuntut ilmu dari ilmu-ilmu syari’at, maka dosa-dosa kecilnya yang sudah lalu diampuni sebelum ia melangkahkan kakinya dari tempat tinggalnya, jika bertujuan untuk mencari keridlaan Allah Ta’ala. Hadist tersebut diriwataykan oleh As-Syairazi dari A’isyah ra.

Al Fakihani berkata : “bahwasanya membiasakan menyebutnya ketika memasuki rumah, maka dapat menolak kekafiran. Disebutkan bahwa siapa yang membaca “LAA ILAAHA ILLALLAAH” dengan memanjatkannya, maka gugurlah baginya empat ribu dosa besar. Para Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, jika ia tidak mempunyai suatu dosa besar ?” Beliau bersabda : “Dapat mengampuni keluarganya dan tetangganya”. Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Nabi saw. bersabda :

من قال كلّ يوم لا اله الّا الله محمّد رسول الله مائة مرّة جاء يوم القيامة ووجهه كالبدر

Artinya : Siapa setiap hari membaca “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah= Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah” sebanyak seratus kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama.

Nabi saw. bersabda :

افضل الذّكر لا اله الّا الله وافضل الدعاء الحمد لله

 Artinya : Dzikir yang paling utama adalah “Laa Ilaaha Illallah” dan doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah”.

Karena merupakan kalimat tauhid, sedangkan tauhid itu tidak ada yang menandinginya. Sebab ia membawa reaksi kesucian batin, maka dapat menolak Tuhan yang lain dengan ucapan “Laa ilaaha=Tidak ada Tuhan” dan menetapkan keesaan Allah Ta’ala dengan ucapan “Illallah=melainkan Allah”. Dzikir itu kembali dari dhahir lisannya ke batin hatinya, dan sesungguhnya iman itu tidak sah melainkan dengannya, yaitu menyertakan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alllah. Kemudian doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah=segala puji bagi Allah”. Hal ini kalimat “Alhamdu” dijadikan doa yang paling utama, karena doa itu ibarat dari dzikir untuk memperoleh kebutuhannya, sedangkan “Alhamdulillah” telah memuatnya, karena orang yang memuji Allah berarti ia memuji-Nya atas segala nikmat-Nya, dan memuji atas kenikmatan adalah untuk memperoleh tambahan.

Allah Ta’ala berfirman :

لئن شكرتم لا زيد نّكم =ابرهم : 7

Artinya : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu.

Faidah itu dikemukakan oleh Al Azizi,dan Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim dari Jabir.

Nabi saw. bersabda : Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi :

 لا اله الّا الله كلامى وانا هو من قالها دخل حصنى , ومن دخل خصنى امن من عقابى

Artinya : Laa Ilaaha Illallah ucapan-Ku, dan Aku adalah Allah, siapa membacanya maka ia masuk benteng-Ku, dan siapa masuk benteng-Ku maka ia aman dari siksa-Ku.

Hadist tersebut dikeluaran oleh As Syairazi dari Ali dan dalam naskah kitab ini. Nabi saw. juga bersabda :

لا اله الّا الله حصنى ومن دخل حصنى امن من عداب الله

Artinya : Laa ilaaha illallaah adalah bentengku, dan siapa masuk bentengku, maka ia aman dari siksa Allah.

Dari Abdullah bin Abdul Wahid bin Zahid bahwasanya ia berkata : “Saya dalam kendaraan, lalu angin mencampakkan kami, maka kami pun keluar ke suatu pulau. Tiba-tiba kami melihat seorang sedang menyembah berhala. Kami katakan padanya : “Engkau menyembah berhala ini, sedangkan di antara kita ada yang membuat seperti itu”. Ia menjawab kamu semua siapa ?”. Jawab kami : “Kami menyembah Tuhan yang ‘Arsy-Nya di langit, siksa-Nya di bumi, dan jalan-Nya di laut. Ia berkata : “Siapa yang mengajarkan kamu tentang itu ?” jawab kami : “Telah di utus kepada kami seorang Rasul”. Ia berkata : “Apa yang diperbuat dengan Rasul ?” Jawab kami : “Seorang malaikat telah mencabutnya kepada-Nya”. Ia berkata : “Apakah dia meninggalkan tanda kepadamu ?”. Jawab kami : “Benar, yaitu Kitab”. Katanya : “ Adakah sesuatu di sisimu ?”. Lalu kami membacakan surat Ar Rahman padanya, maka ia tak henti-henti menangis hingga Surat itu selesai. Kemudian ia berkata : “Tidak layak mendurhakai Tuhan yang berfirman itu”. Lalu kami menawarkan Islam kepadanya. Maka ia pun masuk Islam, dan ia kami bawa bersama kami dalam kapal. Setelah gelap malam dan kami shalat ‘Isya’, lalu kami berbaring untuk tidur. Ia berkata kepada kami : “ Inilah Tuhan yang engkau tunjukkan padaku di mana Dia tidur”. Jawab kami : “Dia adalah Tuhan Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri tidak pernah tidur”. Ia berkata : “Alangkah jeleknya para hamba itu, kamu semua tidur sedangkan Tuhanmu tidak pernah tidur”. Ketika kami mendarat dan kami hendak berpaling, kami kumpulkan beberapa dirham untuknya. Lalu ia berkata : “Apa ini?”. Jawab kami : “Kami memohon pertolongan kepada-Nya atas dirimu”. Katanya : “Hendaklah engkau tunjukkan padaku, dengan jalan bagaimana engkau melakukannya padahal aku menyembah kepada selain-Nya ?”. Setelah selang diberitakan kepadaku, bahwa dia itu dalam keadaan naza’, kritis akan meninggal. Maka saya mendatanginya dan saya katakan kepadanya : “ Adakah sesuatu yang dibutuhkan?” Ia menjawab : “Penuhilah kebutuhanku yang telah mengeluarkan aku dari pulau dan menidurkan aku disisi-Nya, maka aku melihat jariyah dalam pertamanan yang  hijau seraya berkata : “Bersegeralah dengan-Nya dalam kesejahteraan”. Maka lamalah rinduku kepada-Nya. Lalu ia kubangunkan tapi ia telah mati, dan kemudian saya pun memakamkannya. Selanjutnya saya tidur dimalam itu, maka saya melihatnya dalam tidur di mana di atas kepalanya terdapat mahkota dan antara kedua tangannya terdapat bidadari,sedangkan ia membaca :

و الملئكة يدخلون عليهم من كلّ باب  سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدّار = الرعد : 23-24

Artinya : Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan) : “Salamun ‘alaikum bima shabartum =  keselamatan atasmu berat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (QS. 13 Ar Ra’ad : 23-24)

Nabi saw. bersabda :

ادّوا زكاة ابدانكم بقول لا اله الّا الله 

Artinya : “Sampaikanlah zakat badan-badanmu dengan ucapan “LAA ILAAHA ILLALLAAH = Tidak ada Tuhan melainkan Allah”

Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH dapat menolak dari pembacanya sembilanpuluh sembilan pintu bencana, yang terendah adalah kedudukan”.

Nabi saw. bersabda : “Siapa membaca LAA ILAAHA ILLALLAAH maka keluarlah dari mulutnya seekor burung hijau dengan dua sayap putih yang berkulit dengan mutiara dan yakut, ia naik ke langit dan diperdengarkan padanya suara di bawah arasy bagaikan suara lebah, lali dikatakan padanya : “Diamlah” Sahutnya : “Tidak, sehingga engkau mengampuni saudaraku”. Maka ia mengampuni pembacanya. Kemudian dijadikanlah pada burung itu tujuh puluh mulut yang memohonkan ampun pada sahabatnya sampai hari kiamat. Maka jika terjadi kiamat burung itu datang sebagai penuntunnya dan penunjuknya ke surga”.

Nabi saw. bersabda :

ما من عبد يقول لا اله الّا الله محمّد رسول الله  الّا قال الله  تعال : صدق عبدى انا الله لا اله الّا انا. اشهدكم ياملائكتى قد غفرت له تقدّم من ذنبه وما تأخّر

Artinya : “Tidaklah dari seorang hamba yang membaca LAA ILAAHA ILLALLAAH, MUHAMMADUR RASULULLAH melainkan Allah Ta’ala berfirman :”Benarlah hamba-Ku, Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Aku. Aku menjadikan saksi kamu semua hai para malaikat-Ku, Aku benar-benar telah mengampuninya dari dosanya yang telah berlaludan yang akan datang” .

Maksud dosa yang diampuni dalam hadits tersebut adalah dosa-dosa kecil.

Nabi saw. bersabda :

من قال لااله الّاالله خالصا مخلصا دخل الجنّة

Artinya : Siapa membaca “Laa ilaaha illallaah” dengan ikhlas semata-mata karena Allah, maka dia masuk surga.

Ikhlas yang dimaksud dalam hadits di atas adalah dari pamer dan segala perbuatan terlarang. Maka dia masuk surga bersama orang-orang terdahulu. Al Hakim telah mengeluarkan Hadits dari Zaid bin Al Arqam berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Siapa membaca “Laa ilaaha illallaah” dengan ikhlas dia masuk surga”. Ditanyakan sahabat : “Wahai Rasulullah, apakah ikhlasnya?” Beliau bersabda : “Hendaklah kamu menahan dari segala yang diharamkan”.

Rasulullah saw. bersabda :

من كان اوّل كلامه لا اله الّا الله, واخركلامه لا اله الّا الله, وعمل الف سيّئة ان غاش الف سنة لايساله الله عن ذنب واحد

Artinya : “Siapa yang permulaan ucapannya “Laa ilaaha illallaah” dan pada akhir ucapannya “Laa ilaaha illallaah” dan ia melakukannya seribu kejelekan, jika ia hidup seribu tahun , maka Allah tidak akan menanyakan dosanya sama sekali.

Seribu kejelekan dalam hadits tersebut maksudnya dosa-dosa kecil. Dan diriwayatkan bahwasanya Nabi saw. bersabda kepada Zaid Al Anshari : “Jika kamu kesulitan sesuatu dari utusan dunia, maka perbanyaklah membaca : “LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR RASULULLAH, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADHIIM”.

Nabi saw. bersabda :

من قال لااله الّا الله من غير عجب, طاربهاطائر تحت العرش يسبّح مع المسبّحين الى يوم القيامة ويكتب له ثوابه

Artunya : “Siapa mengucab “Laa ilaaha illallaah” tanpa ujub (mengagumu diri), maka ucapan itu menjadikan terbangnya burung di bawah arasy bertasbih bersama orang-orang yang bertasbih sampai hari kiamat, dan pahala tasbih itu ditetapkan untuknya”.

Maksudnya ketika mengucapkan, pengucap terhindar dari ujub baik dari orang yang melihatnya maupun yang mendengarnya.

Nabi saw. bersabda :

من قال لا اله الّا الله محمّد رسول الله مرّة غفر له ذنوبه, وان كانت مثل زبد البحر

Artinya : “Siapa mengucap “Laa ilaaha illallaah-Muhammadur rasulullah” satu kali, maka dosa (kecil)nya diampuni sekalipun dosa-dosa itu seperti buih lautan”.

Nabi saw. bersabda :

اذا مرّ المومن على المقابر فقال لا اله الّا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حيّ لا ينوت بيده الخير وهو على كلّ شيء قدير, نوّرالله تلك القبور كلّها وغفر لقائلها وكتب له الف الف حسنة ورفع له الف الف درجة وحطّ عنه الف الف سيّئة

Artinya : “Apabila seorang mu’min lewat di atas kuburan lalu membaca “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WAHUWA HAYYUN LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYA-IN QADIRR (Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)”, Maka Allah menerangi seluruh kubur itu dan mengampuni pembacanya, menulis baginya sejuta kebaikan, mengangkat baginya sejuta derajat, dan menghapus baginya sejuta kejelekan (dari dosa-dosa kecil)”.

Diriwayatkan oleh Turmudzi dari Nabi saw. bahwasanya Beliau bersabda : “Siapa masuk pasar lalu membaca “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WAHUWA HAYYUN LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYA-IN QADIRR” dengan mengeraskan suaranya, maka Allah menulis baginya sejuta kebaikan, menghapus baginya sejuta kejelekan dan mengangkat baginya sejuta derajat”.

Dari Atha’ bin Jabir bin Abdullah berkata : “Ketika “BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM” diturunkan, maka larilah awan ke arah barat, tenanglah angin, kocaklah lautan, jatuhlah binatang-binatang karena sakitnya, syetan-syetan dilempari dari langit, dan Allah ‘Azza wa jallah bersumpah dengan kemulian-Nya, nama-Nya tidak disebut dalam bibir yang berpenyakit, dan nama-Nya tidak disebut pada sesuatu melainkan Allah memberkatinya, siapa membaca “BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM” maka ia masuk surga. Demikian sebagaimana disebutkan Syaikh Abdul Qadir Al Jilani ra.

Nabi Muhammad saw. bersabda :

ما من عبد يقول بسم الله الرّحمن الرّحيم الّا ذاب الشّيطان كما يذوب الرّصاص على النّار

Artinya : “Tiadalah seorang hambah yang membaca “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim=Dengan meneyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”, melainkan syetan itu meleleh sebagaimana melelehnya (cairnya) tembaga di atas api”.

Ibnu Mas’ud berkata : “Syetan seorang mukmin itu dipermaunkan”, dan berkata Qais bin Al Hajjaj : “Syetanku berkata kepadaku : aku masuk mulutmu dan aku seperti di potong dan aku masuk sekarang seperti burung pipit”. Tanyaku : “Mengapa demikian?”. Jawabnya : “Engkau menghancurkan aku dengan dzikir kepada Allah Ta’ala”.

Nabi saw. bersabda :

ما من عبد يقول بسم الله الرّحمن الرّحيم الّا امرالله تعالى الكرام الكاتبين ان يكتبوا فى ديوانه اربعمائة حسنة

Artinya : “Tiadalah dari seorang hamba membaca “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” melainkan Allah Ta’ala menyuruh malaikat Kiramul Katibin (malaikat pencatat yang mulia) untuk menulis dalam buku amal hamba itu empat ratus kebaikan”.

Nabi saw. bersabda :

من قال بسم الله الرّحمن الرّحيم مرّة لم يبق من ذنوبه ذرّة

Artinya : “Siapa membaca “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” sekali, maka(dileburlah dosa kecilnya) sehingga dosanya tidak ada yang tertinggal seberat dzarrah (debu)pun.

Nabi saw. bersabda : من كتب بسم الله فجوّد تعظيما لله, غفرله ما تقدّم من ذنبه وما تأخّر

Artinya : “Siapa menulis “Bismillah” lalu memperindah karena mengagungkan Allah, maka diampunilah dosanya yang lalu dan yang akan datang”.

Dalam riwayat Al Khathib Al Baghdadi dan Ibnu Asakir dari Zaid bin Tsabit : “Jika kamu menulis “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” maka jelaskanlah “Sin” pada Basmalah yaitu dengan menampakkan “Sin” secara jelas karena menggungkan nama Allah Ta’ala”.

Nabi saw bersabda : اذا كتب احدكم بسم الله الرّحمن الرّحيم فليمدّ الرّحمن

Artinya : “Jika salah seorang dari kamu menulis “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” maka panjangkanlah huruf kalimat “RAHMAAN”. (Hadits diriwayatkan oelh Al Khathib dan Ad Dailami dari Anas bin Malik ra.)

Nabi saw. bersabda : 

انّ الله سبحانه وتعالى زيّن السّماء بالكواكب وزيّن الملئكة بجبريل وزيّن الجنّة بالحور والقصور, وزيّن الانبياء بمحمّد صلّى الله عليه وسلّم. وزيّن الايّام بيوم الجمعة وزيّن اللّيالى بليلة القدر, وزيّن الشهور بشهر رمضان, وزيّن المساجد بالكعبة, وزيّن الكتب بالقران, وزيّن القران ببسم الله الرّحمن الرّحيم

Artinya : “Sesungguhnya Allah swt. menghias langit dengan bintang-bintang, menghias para malaikat dengan Jibril, menghias surga dengan bidadari dan gedung-gedung, menghias para nabi dengan Muhammad saw., menghias hari-hari dengan hari jum’at, menghias malam-malam dengan Lailatul Qadar, menghias bulan-bulan dengan bulan suci Ramadhan, menghias masjid-masjid dengan ka’bah, menghias kitab-kitab dengan Al Qur’an, dan menghias Al Qur’an dengan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim”.

Allah Ta’ala menghias langit-langit dengan bintang-bintang, hiasan langit juga berupa matahari, bulan dan bintang-bintang itu. Jibril dijadikan hiasan para malaikat karena dia sebagai kepada para malaikat. Jadi sepuluh perkara itu dihiasi dengan sepuluh perkara.

Nabi saw. bersabda : 

من قال بسم الله الرّحمن الرّحيم كتب من الابرار وبرئ من الكفر والنّفاق

Artinya : “Siapa membaca “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” maka ia ditetapkan termasuk orang yang baik-baik, terbebas dari kufur dan nifak”.

Dari Abu Wail dan Abdullah bin Mas’ud ra. berkata : “Siapa yang meminginkan agar Allah menyelamatkannya dari sembilan belas malaikat Zabaniyah, maka bacalah “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim”, sebab terdiri dari sembilan belas huruf, di mana Allah menjadikan setiap huruf dari padanya surga dari seorang dari mereka.

Nabi saw. bersabda :

من قال بسم الله الرّحمن الرّحيم غفرالله له ما تقدّم من ذنبه

Artinya : “Siapa membaca “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” maka Allah mengampuni dosa kecil kepadanya”.

Nabi saw. bersabda : 

اذا قمتم فقولوا بسم الله الرّحمن الرّحيم وصلى الله على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه وسلّم, فانّ النّاس اذا اغتابوكم يمنععهم الملك عن ذلك

Artinya : “Apabila kamu semua berdiri maka ucapkanlah “Bismillahir rahmaanir Rahiim, Wa Shallallaahu ‘Alaa Sayyidina Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Washabihi Wasallama” niscaya para manusia tidak dapat menggunjing kamu, sebab hal itu tidak dihalang-halangi malaikat.

Nabi saw. bersabda : 

اذا جلستم مجلسا فقولوا بسم الله الرّحمن الرّحيم وصلى الله على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه وسلّم, فانّ من فعل ذلك وكّل الله به ملكا يمنعهم من الغيبة حتّى لا يغتبوكم

Artinya : “Apabila kamu semua duduk di tempat maka hendaknya kamu membaca “Bismillahir rahmaanir Rahiim, Wa Shallallaahu ‘Alaa Sayyidina Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Washabihi Wasallama”, maka sesugguhnya orang yang melakukan seperti itu Allah menyuruh malaikat untuk menghalangi para manusia dari menggunjing kamu”.

 

من صلّى علىّ واحدة صلّى الله عليه عشرا