بِسْمِ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
ﺍﻟﺤَﻤْﺪٌ ﻟِﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟِﻤِﻴﻦ
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam
ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺳَﻴِّﺪِ ﺍلأَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦ
Shalawat dan salam untuk baginda kita Muhammad, Pemimpin para Nabi dan Rasul
ﻭَﻋَﻠَﻰ آﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦ
Dan untuk keluarganya dan semua sahabatnya
ﻭَﺑَﻌْﺪُ: ﻓَﻬَﺬِﻩِ ﺩُﺭُﻭﺱٌ ﺃَﻭَّﻟِﻴَّﺔٌ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺧْﻼَﻕِ ﺍﻟﻤَﺮْﺿِﻴَّﺔِ
setelah itu: ini adalah pelajaran-pelajaran dasar tentang akhlak yang diridhai
ﻭَﺿَﻌْﺘُﻬَﺎ ﻟِﻄَﻠَﺒَﺔِ ﺍﻟﻌُﻠُﻮﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻨِﻴَّﺔ
Saya letakkan untuk para pelajar ilmu-ilmu agama
ﻭَﻗَﺪْ ﺿَﻤَّﻨْﺘُﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﺧْﻼَﻕِ ﻣَﺎ ﻳَﺤْﺘَﺎﺝُ إِﻟَﻴْﻪِ ﻃَﺎﻟِﺐُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﻓِﻲ ﺑِﺪَﺍﻳَﺔِ ﺃَﻣْﺮِﻩِ
dan saya isi akhlak yang dibutuhkan oleh pencari ilmu di permulaan waktunya
ﺣَﺘَّﻰ إِﺫَﺍ ﻭَﻓَّﻘَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﻟِﻠﺘَّﺨَﻠُّﻖِ ﺑِﻬَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺮْﺟُﻮًّﺍ أَﻥْ ﻳَﻨْﻔَﻌَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﺑِﻌِﻠْﻤِﻪِ
Sehingga ketika Allah memberinya petunjuk untuk mengamalkannya, maka ia diharapkan agar Allah memberi kemanfaatan ilmunya
ﻭَأَﻥْ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻘِﻪِ
Dan semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat untuk manusia banyak

ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻟِﻲُّ ﺍﻟﺮَّﺷَﺎﺩِ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻯ إِﻟَﻰ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁِ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢ
Dan Allah adalah pemberi bimbingan serta petunjuk kepada jalan yang lurus

ﺍﻟﺪَّﺭْﺱُ ﺍﻷَﻭَّﻝُ: نَصِيحَةُ ﺍﻷُﺳْﺘَﺎﺫِ ﻟِﺘِﻠْﻤِﻴﺬِﻩِ

Pelajaran Pertama: Nasehat Guru kepada Muridnya

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ – ﺃَﺭْﺷَﺪَﻙَ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻭَﻓَّﻘَﻚَ ﻟِﺼَﺎﻟِﺢِ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ – أَﻧَّﻚَ ﻣِﻨِّﻰ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﺍﻟﻮَﻟَﺪِ ﻣِﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪ

Wahai Anakku – Semoga Allah menunjukkan kamu kepada amal soleh – sesungguhnya engkau bagiku bagaikan seorang anak bagi ayahnya.

 ﻳَﺴَّﺮَﻧِﻰ ﺃَﻥْ أَﺭَﺍﻙَ ﺻَﺤِﻴﺢَ ﺍﻟﺒِﻨْﻴَﺔِ ، ﻗَﻮِﻱَّ ﺍلإِﺩْﺭَﺍﻙِ ، ﺯَﻛِﻲَّ ﺍﻟﻘَﻠْﺐِ ، ﻣُﻬَﺬِّﺏَ ﺍﻷَﺧْﻼَﻕِ

Aku senang melihatmu sehat badannya, cerdas otaknya, bersih hatinya, mulia akhlaknya

ﻣُﺤَﺎﻓِﻈًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻵﺩَﺍﺏِ ، ﺑَﻌِﻴﺪًﺍ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻔَﺤْﺶِ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘَﻮْﻝِ ، ﻟَﻄِﻴﻒَ ﺍﻟﻤُﻌَﺎﺷَﺮَﺓِ ، ﻣَﺤْﺒُﻮﺑًﺎ ﻣِﻦ إِﺧْﻮَﺍﻧِﻚَ

menjaga tata krama, jauh dari perkataan buruk,lembut pergaulanya, disukai teman-teman kamu, 

 ﺗُﻮَﺍﺳِﻰ ﺍﻟﻔُﻘَﺮَﺍﺀ ، ﻭَﺗَﺸْﻔَﻖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻀُّﻌَﻔَﺎﺀِ ، ﺗَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺰَّﻻَّﺕِ ، ﻭَﺗَﻌْﻔُﻮ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ

menyayangi orang-orang fakir dan membantu orang-orang lemah, mengampuni kekhilafan dan memaafkan kesalahan

 ﻭَﻻَ ﺗُﻔْﺮِﻁْ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺗِﻚَ ﻭَﻻَ ﺗُﻬْﻤِﻞ ﻓِﻲ ﻋِﺒَﺎﺩَةِ ﺭَﺑِّﻚَ

 tidak meninggal kan shalat dan tidak mensia siakan ibadah kepada tuhanmu.

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ، إِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﺗَﻘْﺒَﻞُ ﻧََﺼِﻴْﺤَﺔَ ﻧَﺎﺻِﺢٍ ﻓَﺄَﻧَﺎ ﺃَﺣَﻖُّ ﻣَﻦْ ﺗَﻘْﺒَﻞُ ﻧَﺼِﻴﺤَﺘَﻪُ

Wahai Anakku, Bila kamu mau menerima nasehat orang lain, maka akulah orang yang paling berhak kamu terima nasehatnya

 ﺃَﻧَﺎ أُﺳْﺘَﺎﺫُﻙَ ﻭَﻣُﻌَﻠِّﻤُﻚَ ﻭَﻣُﺮَﺏِّ ﺭُﻭﺣِﻚَ

 Akulah adalah gurumu, akulah pengajarmu dan akulah pendidik ruhmu

 ﻻَ ﺗَﺠِﺪُ أَﺣَﺪًﺍ أَﺣْﺮَﺹَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻨْﻔَﻌَﺘِﻚَ ﻭَﺻَﻼَﺣِﻚَ ﻣِﻨِّﻲ .

Kamu tidak akan menemukan orang yang lebih menginginkan kemanfaatan dan kebaikanmu dari pada aku

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ، إِﻧِّﻰ ﻟَﻚَ ﻧَﺎﺻِﺢٌ أَﻣِﻴﻦٌ ﻓَﺎﻗْﺒَﻞ ﻣَﺎ أُﻟْﻘِﻴﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺋِﺢِ

Wahai anakku, Aku bagimu adalah penasehat yang terpercaya. Maka ambillah nasehat-nasehat yang aku berikan kepadamu. 

 ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻪِ ﻓِﻲ ﺣُﻀُﻮﺭِﻯ ، ﻭَﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻦَ إِﺧْﻮَﺍﻧِﻚَ ، ﻭَﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴﻦَ ﻧَﻔْﺴِﻚَ

Dan laksanakan nasehat itu saat di hadapanku, dan saat bersama teman-temanmu , dan saat kamu sendiri

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : إِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻞْ ﺑِﻨَﺼِﻴﺤَﺘِﻰ ﻓِﻲ ﺧَﻠْﻮَﺗِﻚَ ﻓَﻘَﻠَّﻤَﺎ ﺗُﺤَﺎﻓِﻆُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑَﻴْﻦَ إِﺧْﻮَﺍﻧِﻚَ

Wahai anakku, Bila kamu tidak melaksanakan nasehatku saat sendirimu, maka sulit bagimu melaksanakan nasehat itu saat bersama teman-temanmu

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : إِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺗَﺘَّﺨِﺬْﻧِﻰ ﻗُﺪْﻭَﺓً ﻓَﺒِﻤَﻦْ ﺗَﻘْﺘَﺪِﻯ؟ 

Wahai anakku,Bila kamu tidak menjadikanku sebagai panutan? Maka siapa yang kamu anut?

ﻭَﻋَﻼَﻡَ ﺗُﺠْﻬِﺪ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺠُﻠُﻮﺱِ ﺃَﻣَﺎﻣِﻰ؟

dan untuk apa kamu menyulitkan dirimu untuk duduk di hadapanku

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ: إِﻥَّ ﺍﻷُﺳْﺘَﺎﺫَ ﻻَ ﻳُﺤِﺐُّ ﻣِﻦْ ﺗَﻼَﻣِﻴﺬِﻩِ إِﻻَّ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢَ ﺍﻟﻤُﺆَﺩَّﺏَ 

Wahai anakku, Sesungguhnya guru tidak ingin muridnya kecuali menjadi seorang yang baik dan beradab

ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﺴُﺮُّﻙَ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺃُﺳْﺘَﺎﺫُﻙَ ﻭَﻣُﺮَﺑِّﻴﻚَ ﻏَﻴْﺮَ ﺭَﺍﺽٍ ﻋَﻨْﻚَ ﻭَﻻَ ﻃَﺎﻣِﻊَ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺣِﻚَ؟

apakah kamu bahagia bahwa gurumu dan pendidikmu tidak ridho kepadamu dan tidak peduli akan kebaikanmu

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : إِﻧِّﻰ أُﺣِﺐُّ ﻟَﻚَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮَ ، ﻓَﺴَﺎﻋِﺪْﻧِﻰ ﻋَﻠَﻰ إﻳْﺼَﺎﻝِ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ إِﻟَﻴْﻚَ ، ﺑِﺎﻟﻄَّﺎﻋَﺔِ ﻭَﺍﻻﻣْﺘِﺜَﺎﻝِ ﻟِﻤَﺎ أَﻣَﺮَﻙِ ﺑِﻪِ ﻣِﻦْ ﻣَﻜَﺎﺭِﻡِ ﺍﻷﺧْﻼَﻕِ

Wahai anakku, Aku senang kebaikan bagimu, maka bantulah aku untuk menyampai kan kebagusan kepadamu, dengan mentaati dan melaksana kan akhlak- akhlak mulia yang aku perintahkan kepadamu 

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ، ﺍﻟﺨُﻠُﻖُ ﺍﻟﺤَﺴَﻦْ ﺯِﻳﻨَﺔُ الإﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ إِخْوَانِهِ ﻭَأَﻫْﻠِﻪِ ﻭَﻋَﺸِﻴﺮَﺗِﻪِ ، ﻓَﻜُﻦ ﺣُﺴْﻦَ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻳَﺤْﺘَﺮِﻣُﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻙَ

Wahai anakku, Akhlak yang baik adalah perhiasan manusia bagi dirinya, bagi teman-temannya dan bagi keluarganya. Maka jadilah kamu orang yang baik akhlaknya, maka orang-orang akan memuliakanmu dan manyayangimu

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : إِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺗَﺰَﻳَّﻦْ ﺑِﻜَﺮَﻡِ ﺃَﺧْﻼَﻗِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋِﻠْﻤُﻚَ أَﺿَﺮُّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣِﻦْ ﺟَﻬْﻠِﻚَ 

Wahai anakku, bila kamu tidak berhias dengan akhlak muliamu, maka kepandaianmu lebih membahayanmu daripada kebodohanmu.

 ﻓَإِﻥَّ ﺍﻟﺠَﺎﻫِﻞَ ﻣَﻌْﺬُﻭﺭٌ ﺑِﺠَﻬْﻠِﻪِ ، ﻭَﻻَ ﻋُﺬْﺭَ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟِﻢِ ﻋْﻨَﺪَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ إِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺘَﺠَﻤَّﻞْ ﺑِﻤَﺤَﺎﺳِﻦِ ﺍﻟﺸِّﻴَﻢِ

Karena orang bodoh bisa dimaklumi sebab kebodohannya, dan tiada alasan bagi orang pandai bila tidak berhias dengan akhlak-akhlak yang mulia

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : ﻻَ ﺗَﻌْﺘَﻤِﺪْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺮَﺍﻗَﺒِﺘِﻰ ﻟَﻚَ ، ﻓَإِﻥَّ ﻣُﺮَﺍﻗَﺒَﺘِﻚَ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻚَ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻊُ ﻟَﻚَ ﻣِﻦْ ﻣُﺮَﺍﻗَﺒَﺘِﻰ ﻟَﻚَ

Wahai anakku, kamu jangan tergantung pada pengawasanku. Karena pengawasanmu terhadap dirimu itu lebih utama dan lebih bermanfaat bagimu daripada pengawasanku padamu

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : إِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺳْﺘَﺨْﻠَﺺَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻻَ ﻳَﺼْﻠُﺢ ﻟِﺪِﻳﻨِﻜُﻢ إِﻻَّ ﺍﻟﺴَّﺨَﺎﺀُ ﻭَﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﺃَﻻَ ﻓَﺰَﻳِّﻨُﻮﺍ ﺩِﻳﻨَﻜُﻢ ﺑِﻬِﻤَﺎ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ : ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻥ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﺍﻥ ﺑﻦ ﺣﺼﻴﻦ . ﻭﺍﺷﺎﺭ ﺍﻟﺒﻮﻳﻄﻰ ﺍﻟﻰ ﺍﻧﻪ ﺣﺪﻳﺚ ﺿﻌﻴﻒ )

Wahai anakku, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Allah memurnikan agama ini untuk diri-Nya. dan tidak layak untuk agama kalian kecuali dermawan dan akhlak mulia. Maka hiasilah agama kalian dengan keduanya

ﺍﻟﺪَّﺭْﺱُ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ: ﻓِﻲ ﺍﻟﻮَﺻِﻴَّﺔِ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪ

Pelajaran Kedua: Tentang wasiat Takwa Kepada Allah

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : إِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺗُﻜِﻨُّﻪُ ﻓِﻲ ﺻَﺪْﺭِﻙَ ،  ﻭَﻣَﺎ ﺗُﻌْﻠِﻨُﻪُ ﺑِﻠِﺴَﺎﻧِﻚَ ، ﻭَﻣُﻄَّﻠِﻊٌ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤِﻴﻊِ أَﻋْﻤَﺎﻟِﻚَ 

Wahai anakku, Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui yang kamu simpan di hatimu, dan yang kamu sebarkan dengan lisanmu , dan melihat seluruh perbuatanmu.

ﻓَﺎﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ ، ﻭَﺍﺧْﺬَﺭْ أَﻥْ ﻳَﺮَﺍﻙَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺎﻟَﺔٍ ﻻَ ﺗُﺮِﺿِﻴﻪ

Maka bertakwalah kepada Allah Wahai anakku,  Dan berhati hatilah Ia melihat kamu di suatu keadaan yang tidak ia sukai 

ﺍﺧْﺬَﺭ أَﻥْ ﻳَﺴْﺨَﻂَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﺍﻟﺬِّﻯ ﺧَﻠَﻘَﻚَ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻚَ ﻭَﻭَﻫَﺒَﻚَ ﺍﻟﻌَﻘْﻞَ ﺍﻟﺬِّﻯ ﺗَﺘَﺼَﺮَّﻑِ ﺑِﻪِ ﻓِﻲ شُؤُونِكَ 

Berhati hatilah kemurkahan Tuhanmu, yang telah menciptakanmu, dan memberimu rizki, dan memberimu akal yang kamu memanfaatkan untuk menyelesaikan urusanmu.

ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺣَﺎﻟُﻚَ إِﺫَﺍ ﺍﻃَّﻠَﻊَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﺑُﻮﻙَ ، ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺗَﻔْﻌَﻞُ ﺃَﻣْﺮًﺍ ﻧَﻬَﺎﻙَ ﻋَﻨْﻪُ؟ 

Bagaimana keadaanmu bila ayahmu melihatmu, dan kamu melakukan suatu yang dia melarangmu untuk menginggalkanya?

ﺃَﻣَﺎ ﺗَﺨْﺸَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺸَﺪِّﺩَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟﻌُﻘُﻮﺑَﺔ؟ 

Apakah kamu tidak takut ayahmu akan ayahmu memberatkan hukuman kepadamu?

ﻓَﻠْﻴَﻜُﻦْ ﺣَﺎﻟُﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ، ﻷﻧَّﻪُ ﻳَﺮَﺍﻙَ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَ ﺗَﺮَﺍﻩُ

Begitulah sebaiknya sikapmu kepada Allah, karena Allah melihatmu meskipun kamu tidak melihat-Nya

 ﻓَﻼَ ﺗُﻔْﺮِﻁْ ﻓِﻲ ﺷَﻴْﺊٍ أَﻣَﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ، ﻭَﻻَ ﺗَﻤْﺪُﺩ ﻳَﺪَﻙَ إِﻟَﻰ ﺷَﻴْﺊٍ ﻧَﻬَﺎﻙَ ﻋَﻨْﻪُ

Janganlah kamu meninggalkan susuatu yang Ia perinthkan. Dan janganlah kamu menerjang larangan-Nya

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : إِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﺷَﺪْﻳﺪُ ﺍﻟﻌِﻘَﺎﺏ، ﻓَﺎﺧْﺬَﺭْ – ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ – ﻭَﺍﺗَّﻖِ ﻏَﻀَﺒَﻪُ ﻭَﺳُﺨْﻄَﻪُ 

Wahai anakku, Sesungguhnya Tuhanmu kuat siksanya-Nya. Maka hati hatilah -Wahai anakku-.Dan hindari murka-Nya dan kebencian-Nya

ﻭَﻻَ ﻳَﻐُﺮَّﻧَّﻚَ ﺣِﻠْﻤَﻪُ ، ﻓَﺎﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻤْﻠِﻰ ﻟِﻠﻈَّﺎﻟِﻢِ ، ﺣَﺘَّﻰ إِﺫَﺍ أَﺧَﺬَﻩُ ﻟَﻢْ ﻳُﻔِﻠِﺘْﻪ

Dan janganlah kamu tertipu kesabaran-Nya. Karena Allah mengakhirkan orang zalim, sampai bila Allah mengambilnya maka tidak akan melepaskanya

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ إِﻥَّ ﻓِﻲ ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﻠﺬَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮَّﺍﺣَﺔِ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳُﻌْﺮَﻑُ إِﻻَّ ﺑِﺎﻟﺘَّﺠْﺮِﺑَﺔِ 

Wahai anakku, Sesungguhnya dalam taat Allah terdapat suatu kenikmatan dan ketenangan yang tidak di dapat di ketahui kecuali dengan mencoba

ﻓَﻴَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ ﺍﺳْﺘَﻌْﻤِﻞ ﻃَﺎﻋَﺔَ ﻣَﻮْﻻَﻙَ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﺘَّﺠْﺮِﺑَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻣًﺎ ﻟِﺘُﺪْﺭِﻙَ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺓِ

Maka Wahai anakku, gunakan ketaatan kepada tuhanmu sebagai uji coba dalam beberapa hari, agar kamu bisa mendapatkan kelezatan ini

 ﻭَﺗَﺸْﻌُﺮُ ﺑِﻬَﺬِﻩِ ﺍﻟﺮَّﺍﺣَﺔِ ﻭَﺗَﻌْﻠَﻢُ إِﺧْﻼَﺻِﻰ ﻟَﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴﺤَﺔِ

agar kamu bisa merasakan ketenangan ini, dan kamu tahu keikhlasan nasehatku

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : إِﻧَّﻚَ ﺳَﺘَﺠِﺪُ ﻓِﻲ ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﺛِﻘَﻼً ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻚَ ﺃَﻭَّﻝَ ﺍﻷﻣْﺮِ

Wahai anakku, Sesungguhnya kamu akan menemui keberatan atas dirimu saat pertama kali taat kepada Allah

 ﻓَﺎﺣْﺘَﻤِﻞ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺜِّﻘَﻞَ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮ ﻋَﻠَﻴْﻪ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺼِﻴﺮَ ﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔُ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌَﺎﺩَﺍﺕِ ﺍﻟَّﺘِﻰ ﺗَﺄْﻟَﻔُﻬَﺎ 

Maka tanggunglah berat ini dan bersabarlah sampai ketaatan di sisimu menjadi kebiasaan yang kamu kenali

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰّ : أُﻧْﻈُﺮ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﺣِﻴﻨَﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻤَﻜْﺘَﺐِ : ﺗَﺘَﻌَﻠَّﻢُ ﺍﻟﻘِﺮَﺍﺀَﺓَ ﻭَﺍﻟﻜِﺘَﺎﺑَﺔ ﻭَﺗُﺆْﻣَﺮُ ﺑِﺤِﻔْﻆِ ﺍﻟﻘُﺮْآﻥِ ﺍﻟﻜَﺮِﻳﻢِ ﻏَﻴْﺒًﺎ 

Wahai anakku, Lihatkah dirimu sewaktu kamu di sekolah dasar. Kamu belajar membaca dan menulis, kamu diperintah menghafal al quranul karim diluar kepala.

ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦ إﺫْ ﺫَﺍﻙَ ﺗَﻜْﺮَﻩُ ﺍﻟﻤَﻜْﺘَﺐَ ﻭَﺍﻟﻤُﻌَﻠِّﻢَ ﻭَﺗَﺘَﻤَﻨَّﻰ أَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﻣُﻄْﻠَﻖَ ﺍﻟﺴِّﺮَﺍﺡِ 

Bukankah waktu itu kamu tidak suka sekolahan dan guru, dan kamu berharap menjadi lepas kendali

ﻓَﻬَﺎ أَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻴَﻮﻡَ ، ﻗَﺪْ ﺑَﻠَﻐْﺖَ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻰ ﻋَﺮَﻓْﺖَ ﺑِﻬَﺎ ﻓَﺎﺋِﺪَﺓَ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺘَّﻌَﻠُّﻢِ ﻓِﻲ ﺍﻟﻤَﻜْﺘَﺐِ 

Maka inilah kamu sekarang, kamu telah sampai pada derajat yang kamu ketahui, sebagai faedah sabar terhadap belajar di sekolah 

ﻭَﻋَﻠِﻤْﺖَ ﺃَﻥَّ ﻣُﻌَﻠِّﻤَﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﺳَﺎﻋِﻴًﺎ ﻓِﻲ ﻣَﺼْﻠَﺤَﺘِﻚَ

dan kamu tahu bahwa gurumu itu berusaha demi kebaikanmu

ﻓَﻴَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : إِﺳْﻤَﻊْ ﻧَﺼِﻴﺤَﺘِﻰ، ﻭَﺍﺻْﺒِﺮ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﺒَﺮْﺕَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺘَّﻌَﻠُّﻢِ ﻓِﻲ ﺍﻟﻤَﻜْﺘَﺐِ ، ﻭَﺳَﻮْﻑَ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﻓَﺎﺋِﺪَﺓَ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴﺤَﺔِ 

Wahai anakku, Dengarkan nasehatku, dan bersabarlah terhadap taat Allah , sebagaimana kamu sabar terhadap belajar di Sekolah, dan Kamu akan tahu faedah nasehat ini

ﻭَﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻟَﻚَ ﺟَﻠِﻴًّﺎ إِﺫَﺍ ﺳَﺎﻋَﺪَﺗْﻚَ ﺍﻟﻌِﻨَﺎﻳَﺔُ ﺍﻻﻟَﻬِﻴَّﺔِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻌَﻤَﻞِ ﺑِﻨَﺼِﻴﺤَﺔِ أُﺳْﺘَﺎﺫِﻙَ

Dan akan nampak jelas bila pertolongan ilahi menolongmu dalam melaksanakan nasehat gurumu

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : إِﻳَّﺎﻙَ ﺃَﻥْ ﺗَﻈُﻦَّ ﺃَﻥَّ ﺗَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ ﻫِﻲَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻭَﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﻧَﺤْﻮُﻫُﻤَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌِﺒَﺎﺩَﺍﺕِ ﻓَﻘَﻂْ

Wahai anakku, Janganlah mengira bahwa Taqwa kepada Allah adalah shalat, puasa dan ibadah-ibadah seperti keduanya saja

 إِﻥَّ ﺗَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﺪْﺧُﻞُ ﻓِﻲ ﻛُﻞَّ ﺷَﻴْﺊ 

 sesungguhnya takwa kepada Allah itu masuk dalam segala hal.

ﻓَﺎﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻲ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓِ ﻣَﻮْﻻَﻙَ ، ﻻَ ﺗُﻔْﺮِﻁْ ﻓِﻴﻬَﺎ

Bertakwalah kepada Allah dalam beribadah kepada Tuhanmu, janganlah kamu meninggalkannya

ﻭَﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻲ إِﺧْﻮَﺍﻧِﻚَ ، ﻻَ ﺗُﺆْﺫِ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢ

Bertakwalah kepada Allah dalam teman-temanmu, jangan kamu sakiti satupun dari mereka.

 ﻭَﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻲ ﺑَﻠَﺪِﻙَ ، ﻻَ ﺗَﺨُﻨْﻪُ ﻭَﻻَ ﺗُﺴَﻠِّﻂْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺪْﻭًﺍ

Bertakwalah kepada Allah dalam negaramu, jangan kamu khianati dan jangan sampai dikuasai musuh

 ﻭَﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻚَ ﻻَ ﺗُﻬْﻤِﻞ ﻓِﻲ ﺻِﺤَّﺘِﻚَ ، ﻭَﻻَ ﺗَﺘَﺨَﻠَّﻖْ ﺑِﺴِﻮَﻯ ﺍﻷﺧْﻼَﻕِ ﺍﻟﻔَﺎﺿِﻠِﺔ

Bertaqwalah kepada Allah dalam dirimu, jangan kamu sia-siakan kesehatanmu dan jangan berprilaku kecuali prilaku yang mulia

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻰَّ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢ ” ﺍﺗِّﻖ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ، ﻭَﺃَﺗْﺒِﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ ، ﻭَﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺨُﻠُﻖٍ ﺣَﺴَﻦ

Wahai anakku, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. dan iringilah kejelekan dengan kebaikan maka akan menghapusnya. Dan pegaulilah manusia dengan ahlak yang baik.